Singkil – Perempuan Pengkajian Tauhid-Tasawuf (P2T) Kabupaten Aceh Singkil, Ahad pagi (4/8), menggelar sosialisasi Majelis Pengkajian Tauhid-Tasawuf Indonesia (MPTT-I) dan Perempuan Pengkajian Tauhid-Tasawuf (P2T).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung PPPS Kecamatan Singkil ini, bertujuan untuk memberikan penerangan serta pemahaman kepada ibu-ibu sekecamatan Singkil, Kuala Baru, dan Singkil Utara tentang peranan MPTT-I dan P2T.
Dibuka secara resmi oleh Camat Singkil, Safrijal, S.H., sosialisasi kali ini mengusung tema “Tauhid-Tasawuf Menyongsong Generasi Muda, Memberkahi Negeri, Mengukuhkan Jati Diri Insan”.
Sebagai pemateri, hadir Abi Khalidin, untuk mengulas betapa pentingnya tauhid-tasawuf yang tengah digalakkan oleh MPTT-I dan P2T dalam kehidupan sehari-hari.
“Beda dengan fikih, tauhid, tasawuf, yang fardu ain kita pelajari. Itu beda,” jelas Abi. “Fikih di situ ilmu tata cara amal kita ini sah. Bagaimana shalat yang benar, bagaimana wudhu' yang benar, bagaimana bersuci yang benar, bagaimana jual beli yang halal, bagaimana utang piutang yang tidak riba, itu fikih.”
“Jadi, apa tidak cukup dengan tauhid, tasawuf, fikih saja? Haruskah bertauhid-tasawuf? Ini pertanyaan,” kata pengasuh Pondok Pesantren Darut Ta'dib Kec. Singkil Utara itu.
Lebih jauh Abi menjelaskan, kalau kita bisa ber-fikih yang baik, ibadah kita sah. Kalau kita bisa berakhlak yang baik, ibadah kita sah. Bertauhid akidah, ibadah kita sah. Tapi jangan lupa, kita ibadah bukan sekadar sah. Ibadah kita harus sampai kepada tingkat diterima dan mendapatkan faedah. Untuk diterima dan mendapatkan faedah, maka ilmunya itu di tauhid-tasawuf, terang Abi.
Hadir pada acara tersebut Wali Nanggroe MPTT-I Kab. Aceh Singkil, Ust. Isnin, yang membacakan makalah Abuya berjudul “Dakwah Tauhid Tasawuf”. Hadir pula istri Bupati Aceh Singkil, Ketua Mahkamah Syar‘iyah Kab. Aceh Singkil (sekaligus Ketua Muslimat NU Kab. Aceh Singkil), Ketua dan Wakil Ketua P2T Aceh Singkil, tokoh ‘Aisyiyah (Wanita Muhammadiyah) Kec. Singkil, istri Camat Singkil, istri Camat Simpang Kanan, dan Ketua serta perwakilan anggota RP2T (Remaja Putri Pencinta Tauhid-Tasawuf) Kab. Aceh Singkil.
Usai sesi tanya jawab, kegiatan ini ditutup dengan zikir seribu (rateb seribee) dan pembacaan doa. (ISL27)

Komentar
Posting Komentar