Pemuda-pemudi Kota Rimo, Kec. Gunung Meriah, Kab. Aceh Singkil, Senin malam (31/12/2018) adakan tausiyah agama dan zikir seribu (rateb seribee). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Meriam Sipoli, Kec. Gunung Meriah ini diadakan oleh para pemuda dan pemudi yang baru tergabung dalam Majelis Pengkajian Tauhid-Tasawuf Indonesia (MPTT-I) Ranting Rimo dalam rangka mengenang 14 tahun pascabencana tsunami Aceh 2004 silam.
Dalam sambutannya, Wali Nanggroe MPTT-I Ranting Rimo yang sekaligus mewakili ketua panitia pelaksana, H. Muhammad Rusdi Manik, mengaku sangat terharu atas inisiatif dan kerja sama para pemuda yang telah menggelar acara tersebut. Ia berharap, seluruh pemuda dapat hidup berjuang untuk agama Allah.
Yuma Syahputra, salah seorang pemuda yang diminta untuk menyampaikan pengalamannya selama mengikuti majelis zikir rateb seribee, tak kuasa membendung air mata saat menceritakan pengalaman kelamnya.
“Selama saya mengikuti zikir, ya Allah, hati ini menjadi lapang, hati ini menjadi tenang. Dan di mana ‘Allahu Akbar Allahu Akbar’, dan di situlah saya langsung mengingat kepada Allan dan langsung menuju masjid atau surau terdekat di tempat di mana saya berpijak,” tutur Yuma.
“Dan adapun setelah mengikuti zikir ini, luar biasa, ya Allah. Dulunya, saya ingin meredam emosi saya, dengan cara apa pun tidak mampu. Dengan mengikuti zikir, saya tidak mempelajari untuk meredam emosi saya, namun dengan sendirinya Allah menunjukkan hal itu. Dan sampai saat ini, saya bisa berdiri di panggung bersama para alim ulama, habaib, subhanallah, Allah mengangkat derajat seseorang yang sungguh hina dulunya dengan mengingat-Nya. Ya Allah terima kasih banyak, ya Allah. Terima kasih banyak, ya Allah. Terima kasih banyak, ya Allah. Dan saya, di situlah saya berpikir, satu kalimat, satu kalimat, yang membuat bibir tak bergerak dan tidak menutup mulut, itulah dia laa ilaaha illallah,” cerita Yuma dengan suara bergetar.
Sebagi penceramah, panitia pelaksana mendatangkan dua pengasuh pondok pesantren sekaligus, yakni Abi Khalidin (Pengasuh Pondok Pesantren Darut Ta’dib Kecamatan Singkil Utara) dan Abun Arrazi Imsal (Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ilham dari Kecamatan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan).
Sebelum memulai rateb, Abi mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk merenung, mengingat dosa-dosa yang telah diperbuat, juga mengajak sekalian hadirin untuk membayangkan kematian yang sewaktu-waktu bisa saja datang.
Acara yang juga turut diselenggarakan oleh Brigez Aceh Singkil itu dihadiri oleh Wali Nanggroe MPTT-I Kabupaten Aceh Singkil, Ust. Isnin, yang juga membacakan makalah Abuya Syekh H. Amran Waly Al-Khalidi berjudul “Kader-Kader Pejuang Tauhid-Tasawuf”. Hadir pula sejumlah pengasuh pendok pesantren lainnya dari Kecamatan Singkil, ketua Forum Umat Islam Kabupaten Aceh Singkil, Mayjen TNI (Purn.) Amirudin Usman dari Jakarta, para tokoh masyarakat, dan jemaah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil. (ISL27)

Alhamdulillah,, Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar.....
BalasHapusAllahu Akbar
Hapus