Pascalebaran Idulfitri 1440 H, Majelis Pengkajian Tauhid-Tasawuf Indonesia (MPTT-I) Cabang Aceh Singkil, Sabtu (8/6) pagi mengadakan halalbihalal dan zikir seribu (rateb seribee).
Kegiatan yang digelar secara sederhana di lokasi Balai Rateb Seribee yang terletak di area pantai Pulo Sarok itu, berlangsung khidmat dan terbilang sukses.
Dalam sambutannya, Ketua (Wali Nanggroe) MPTT-I Aceh Singkil, Ust. Isnin, mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh jemaah yang hadir. Selain itu, pemilik akun Facebook Aba Uswah itu juga mengingatkan kepada para pemuda dan seluruh pejuang tauhid-tasawuf di Aceh Singkil agar tak merasa hebat dan berbangga diri.
Setelahnya, Abu Wahyu (Tgk. Fazri Wahyudi) yang menjadi pengisi tausiyah pertama pada acara tersebut, mengingatkan seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya mengangkat serta mempelajari ilmu tauhid-tasawuf.
“Orang-orang yang tidak bertauhid-tasawuf, orang-orang yang tidak bertauhid sufi, maka hidupnya sia-sia. Baik dia pemerintah, baik dia ulama, baik dia cendikiawan, baik apa pun dia, hidupnya akan sia-sia. Kenapa? Karena tauhid-tasawuf itu adalah ruh. Tauhid-tasawuf itu adalah ruhnya agama. Tak akan hidup agama tanpa tauhid-tasawuf,” kata Abu wahyu mengutip perkataan pimpinan pusat Majelis Pengkajian Tauhid-Tasawuf se-Asia Tenggara berdasarkan kitab-kitab tasawuf.
Senada dengan Abu Wahyu, Abi Khalidin yang menjadi pemberi tausiyah kedua, juga mengemukakan hal serupa.
“Takwa zahir dengan iman-Islam, takwa batin dengan tauhid-tasawuf,” ungkap pengasuh Pondok Pesantren Darut Ta‘dib Kec. Singkil Utara itu di penghujung tausiyahnya.
Acara yang dihadiri oleh Camat Singkil dan sejumlah tokoh masyarakat tersebut, dimeriahkan oleh penampilan grup hadrah Babul Mahabbah, ditutup dengan rateb seribee yang dipimpin oleh Abati Mursal, diikuti pembacaan doa oleh Wali Nanggroe MPTT-I Kab. Aceh Singkil. (ISL27)

Tausiyah abu wahyu membakar semangat jiwa
BalasHapusAlhamdulillah
Hapus